PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PROTEIN URINE PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN VARIASI WAKTU PEMERIKSAAN
Abstract
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme didalam saluran kemih manusia. Infeksi saluran kemih sering terjadi pada wanita, salah satu penyebabnya adalah uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah melewati jalur ke kandung kemih. Dalam tubuh manusia, protein memiliki peran yang sangat penting. Fungsi utamanya yaitu sebagai zat pembangun atau pembentuk struktur sel, misalnya untuk pembentukan kulit, otot, rambut, membran sel, hati, ginjal, dan beberapa organ penting lainnya. Pemeriksaan protein urine dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang dilakukan dalam pemeriksaan protein urine adalah metode kimia kering menggunakan carik celup dan metode konvensional menggunakan asam asetat 6% atau asam sulfosalisilat 20%. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel dependent dilakukan dan diukur dalam suatu waktu atau saat yang bersamaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 15 sampel urine pasien dengan diagnosa Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ditunda dengan variasi waktu pemeriksaan 2 jam menyimpulkan bahwa jumlah protein pada sampel urine dengan variasi penundaan menunjukkan adanya perbedaan antara pemeriksaan urine yang ditunda 2 jam.
Kata Kunci: ISK, Variasi Waktu Pemeriksaan, Carik Celup, Asam Asetat 6%