Pengaruh Inhalasi Sederhana Dengan Menggunakan Aromaterapi Daun Mint (Mentha Piperita) Terhadap Penurunan Sesak Nafas Pada Pasien Tubercolosis Paru Di Puskesmas Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Tahun 2019
Abstract
Inhalasi sederhana merupakan cara pengobatan dengan memberi obat dalam bentuk uap secara langsung pada alat pernapasan menuju paru-paru. Sesak nafas pada tuberkolosis paru akan ditemukan pada penyakit sudah lanjut, dimana filtrasinya sudah setengah bagian paru-paru. Gejala ini ditemukan bila kerusakan parenkim paru sudah luas. Oleh karena itu ditemukan cara untuk mengurangi sesak nafas, salah satunya dengan inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint (mentha piperita). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint (mentha piperita) terhadap penurunan sesak nafas pada pasien tuberkolosis paru. Metode: penelitian ini menggunakan one group pre-test and post-test design. Pada penelitian ini data dianalisis dengan T-Independent (p<0,05). Berdasarkan hasil uji T-Independent, terlihat bahwa sebesar p-value 0.000 < (α) 0.05, yang artinya terdapat pengaruh inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint (mentha piperita) terhadap penurunan sesak nafas pada pasien tuberculosis paru. Melihat hasil penelitian ini maka inhalasi sederhana menggunakan aromaterapi daun mint (mentha piperita) dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologi untuk mengurangi gejala klinis dari tuberkolosis yaitu sesak nafas.
Keywords: Aromaterapi Daun Mint (mentha piperita), Inhalasi Sederhana, Tuberkolosis Paru